Sebetulnya tidak ada yang istimewa pada mobil tersebut, hanya saja mobil ini mengingatkan saya pada salah satu iklan situs jual beli online barang-barang yang sudah tidak terpakai. yang iklannya nitip mobil dengan embel-embel "dijual, hubungi"di depan toko orang, sampe berminggu-minggu gak laku dan berdebu. Nasib mobil di iklan persis dengan mobil di komplek saya ini, entahlah apa yang terjadi, tapi yang jelas mobil tersebut memang sudah lama nongkrong di tempat itu, entah rusak entah si pemiliknya memang sudah enggan memakainya, seingat saya mobil itu jarang sekali keluar dari tempat itu, entahlah.
Selain itu juga dengan mempost foto mobil ini saya ingin men-share tempat tinggal saya selama dua tahun terakhir ini, jalan dalam foto ini, merupakan jalan di komplek perumahan di mana saya tinggal sekarang, tepatnya di komplek perumahan PJKA Rawamangun Muka Barat. Tinggal di komplek ini sangat nyaman tidak terlalu "terpolusi" oleh padat dan udara kotor Jakarta, karena selain masih banyak pohon komplek ini memiliki taman kecil yang walaupun tidak dikatakan indah tapi cukup efektif untuk sekedar duduk-duduk santai.
keluar dari soal "share" tempat tinggal, mobil ini mengingatkan saya akan suatu hal yang kata sebagian orang sama dengan menyebalkan, "menunggu" yah menunggu adalah kata lain dari menyebalkan bagi sebagian orang, menunggu jika kita merujuk pada kamus besar bahasa indonesia arti yang ditampilakan seperti ini dengan mengambil suku kata tunggu:
tunggu 1 /tung·gu / v, bertunggu /ber·tung·gu/ v tinggal sementara untuk berjaga (menjaga); berkawal: kita ~ sampai persalinan itu berlangsung;
menunggu /me·nung·gu/ v 1 tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang): dia ~ ibunya yg sedang ke pasar; 2tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dsb); menunggui: suami istri itu tinggal ~ dan memetik hasil ladangnya; 3menantikan (sesuatu yg mesti datang atau terjadi); menunggukan: hidup di dunia hanyalah ~ giliran dipanggil Tuhan; 4 mengharap: sebenarnya sudah lama saya ~ uluran tangan Anda; 5 mendiami; menghuni; menunggui: dialah yg ~ rumah saya selama dua tahun; hantu yg ~ pohon beringin itu sudah dipindahkan;~ angin lalu, pb menunggu dng sia-sia; ~ laut kering, pb pekerjaan yg sia-sia;
menunggui /me·nung·gui/ v menunggu; mengawasi; merawat; menjaga; mendiami;
menunggukan /me·nung·gu·kan/ v 1 menunggu sesuatu untuk; 2 menantikan; mengharapkan;
penunggu /pe·nung·gu/ n 1 penjaga: ~ gudang; 2 orang yg mendiami; penghuni: ~ rumah; 3 hantu dsb yg mendiami (menghuni): hantu ~ gua;~ dunia manusia
Kita ambil arti menunggu yang pertama, tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang). Jika kita perhatikan lagi kalimat tersebut "mengharap sesuatu akan terjadi" jelas sudah bahwa perkara menunggu itu memang menyebalkan karena dalam kata menunggu hanya ada kata mengharap, siapa pula orang yang melakukan kegiatan menunggu yang hanya duduk diam, tidak sebal atau kesal dengan penantiannya itu, kecuali ornag yang menunggu tetapi tidak benar-benar menunggu dalam artian menunggu sembari melakukan kegiatan lain. Jadi kegiatan menunggu itu tidak hanya diisi dengan diam.Nah, untuk mengakhiri tulisan ini yang takutnya semakin "berkembang-biak" maka untuk mengingatkan kalian wahai para "Sang Penunggu" khususnya saya yang sering sekali terjebak dalam sebuah penantian ; menunggu pelanggan cetak foto, menunggu antrian kamar mandi, menunggu kemacetan jalanan Jakarta, menunggu kedatangan dosen yang sering telat, menunggu matangnya mie rebus, dan seabrek menunggu yang lainnya, tunggulah sesuatu atau seseorang dengan tidak hanya diam dan berharap, menyelam sambil minum air lah kurang lebih.Satu Quote untuk hari ini, "menunggulah dalam bergerak jika anda tidak ingin berakhir seperti mobil ini, diam dan berdebu".
great!!!
ReplyDeletemenunggulah sambil bergerak, jika kalian tidak ingin berakhir seperti mobil ini, diam dan berdebu," plus KARATAN. hehehe